Selasa, 13 Maret 2012

HIGIENIS DAN SANITASI


HIGIENIS adalah usaha kesehatan masyarakat yang mempelajarai pengaruh kondisi lingkungan terhadap kesehatan manusia, upaya mencegah timbulnya penyakit karena pengaruh lingkungan kesehatan tersebut, serta membuat kondisi lingkungan sedemikian rupa sehingga terjamin pemeliharaan kesehatan, termasuk upaya melindungi, memelihara dan mempertinggi derajat kesehatan manusia sehingga berbagai faktor lingkungan yang tidak menguntungkan tidak sampai menimbulkan gangguan terhadap kesehatan.
Hygiene adalah upaya kesehatan dengan cara memeriksa dan melindungi kebersihan subjeknya (Depkes RI, 2004).
Hygiene adalah seluruh kondisi atau tindakan untuk meningkatkan kesehatan. Hygiene adalah ilmu yang berkaitan dengan pencegahan penyakit dan pemeliharaan kesehatan. Pengertian hygiene juga mencakup usaha perawatan diri (personal hygiene), termasuk juga perlindungan kesehatan akibat pekerjaan (Merriam W, 2009).
Beberapa pengertian Hygiene menurut para Ahli:
1.      Menurut Brownell adalah bagaimana caranya orang memelihara dan melindungi kesehatan.
2.      Menurut Gosh adalah suatu ilmu kesehatan yang mencakup seluruh faktor yang mendorong adanya kehidupan yang sehat baik perorangan maupun melalui masyarakat.
3.      Menurut Prescott hygiene terdiri dari dua aspek yaitu menyangkut individu (Personal Hygiene) dan yang menyangkut lingkungan (Environment)
4.      Menurut UU No. 2 Tahun 1996 yaitu hygiene dinyatakan sebagai kesehatan masyarakat yang meliputi semua usaha untuk merawat, melindungi dan mempertinggi derajat kesehatan badan, jiwa, baik untuk umum maupun perorangan yang bertujuan memberikan dasar-dasar kelanjutan hidup yang sehat serta meningkatkan kesehatan dalam masyarakat.
SANITASI adalah usaha kesehatan masyarakat yang menintik beratkan pada pengawasan terhadap berbagai faktor lingkungan yang mempengaruhi derajat kesehatan manusia (Azwar, 1990). Upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan lingkungan dari subjeknya (Depkes RI, 2004).
Pengertian Sanitasi dari beberapa sumber lainnya :
1.      Menurut Hopkins adalah cara pengawasan terhadap faktor-faktor lingkungan yang mempunyai pengaruh terhadap kesehatan.
2.      Bagian dari Kesehatan Lingkungan yang meliputi cara dan usaha individu atau masyarakat untuk mengontrol dan mengendalikan lingkungan hidup eksternal yang berbahaya bagi kesehatan serta yang dapat mengancam kelangsungan hidup manusia (Chandra, 2006)
Pengertian sanitasi yaitu: suatu usaha pencegahan penyakit yang menitikberatkan pada kegiatan seseorang untuk berusaha memelihara kesehatan lingkungan hidup manusia. Pencegahan ini dilakukan dengan pemeliharaan makanan, tempat kerja atau peralatan agar sehat dan bebas tercemar dari bakteri, serangga, atau binatang lainnya. Selain pemeliharaan, pengawasan terhadap faktor-faktor lingkungan juga termasuk dalam pencegahan penyakit. Jadi dalam hal ini sanitasi ditujukan kepada lingkungannya, sedangkan hygiene ditujukan kepada orangnya. Beberapa manfaat dapat kita rasakan apabila kita menjaga sanitasi di lingkungan kita, misalnya: mencegah penyakit menular, mencegah kecelakaan, mencegah timbulnya bau tidak sedap, menghindari pencemaran, mengurangi jumlah (presentase sakit), lingkungan menjadi bersih, sehat, dan nyaman (DPPHP, 2009).
Sanitasi dan Higiene mempunyai tujuan yang sama yaitu mengusahakan cara hidup sehat, sehinggat terhindar dari penyakit tetapi dalam penerapannya memiliki arti yang berbeda dimana usaha sanitasi lebh menitik beratkan pada faktor-faktor lingkungan hidup manusia sedangkan hygiene lebih menitikberatkan usaha-usahanya kepada kebersihan individu.

SUMBER KONTAMINAN

Kontaminan atau cemaran dapat diartikan secara luas sebagai semua benda asing yang tidak dikehendaki baik berupa debu, kotoran, tanah, pasir, potongan tangkai, daun, jasad renik, serangga, kutu dan lain-lain yang mencemari bahan, alat maupun ruangan pengolahan.
Kontaminan ada yang mudah dilihat wujudnya, ada pula yang tidak terlihat (kasat mata). Yang paling berbahaya adalah yang tidak terlihat seperti bakteri, kapang, khamir maupun virus. Kontaminan juga belum tentu merupakan bahan yang kotor tetapi bahan yang bersihpun dapat merupakan cemaran apabila salah tempat. Misalnya gula yang berserakan di Meja. Begitupun sebaliknya, bahan yang kotor tetapi masih berada dalam tempat yang tepat maka bahan tersebut bukan suatu kontaminan.
Sumber kontaminan bisa juga berasal dari lingkungan ( udara, tanah , air ) peralatan pengolahan, pekerja pengolahan, sampah produksi, serangga, tikus dan lain-lain. Udara sekitar terkontaminasi mikroba yang berasal dari debu, udara yang dikeluarkan oleh penderita penyakit saluran napas, dll.

TEKNIK DASAR SANITASI DI LABORATORIUM
Sanitasi yang baik tidak hanya terletak pada kebersihan bahan, peralatan yang digunakan, ruangan dan pekerja; tetapi juga dalam penanganan dan pembuangan limbah. Demikian juga perilaku bersih dan sehat dari pekerja pengolahan sangat menentukan terhadap keberhasilan kegiatan sanitasi. Tersedianya air bersih (air PAM) dan fasilitas toilet yang memenuhi syarat kesehatan sangat menunjang tercapainya lingkungan yang bersih.
Pada setiap kegiatan sanitasi, dikenal 4 tahap penting yang harus dilaksanakan yaitu :
1. Pembasahan
2. Pelarutan
3. Pembilasan
4. Sanitizing (kegiatan saniter)

Pembasahan, pelarutan dan pembilasan biasa dilakukan pada sanitasi ruangan (lantai, dinding, langit-langit, jendela) dan alat-alat besar; sedangkan kegiatan saniter biasa digunakan untuk membersihkan alat-alat gelas atau alat-alat yang digunakan dalam Laboratorium.
Kegiatan pencucian biasanya meliputi pembasahan, pelarutan dan pembilasan. Pembasahan dan pembilasan dapat menggunakan air dingin, air hangat ataupun air panas tergantung pada jenis alat dan kotoran yang melekat.
Dalam pelarutan biasanya digunakan sabun atau deterjen yang dapat melarutkan sisa kotoran ataupun sisa lemak yang menempel pada peralatan yang digunakan. Penggunaan deterjen mempunyai beberapa keuntungan, karena deterjen dapat melunakkan air mengemulsifikasi lemak, melarutkan mineral dan komponen-komponen larut lainnya.
Kegiatan saniter bisa dilakukan dengan menggunakan bahan kimiawi seperti antiseptik atau desinfektan, juga cara fisik menggunakan panas langsung, uap panas dan sinar ultra violet. Sanitasi secara fisik umumnya dilakukan dalam sterilisasi alat atau bahan dengan tujuan untuk membebaskan dari segala bentuk kehidupan, terutama mikroba. Sanitasi cara fisik dapat dilakukan dengan pemanasan, sinar ultra violet, sinar X dan lain-lain. Cara pemanasan yang digunakan tergantung pada macam dan sifat bahan yang disterilkan (padat, cair), serta ketahanan bahan terhadap panas.

Tangan pekerja Laboratorium merupakan bagian tubuh yang paling sering kontak dengan bahan pangan selama pengolahan. Perilaku yang kurang baik dari seorang pekerja Laboratorium, misalnya tidak mencuci tangan sebelum bekerja; mengorek kuping, tidak mencuci rambut, memegang hidung yang kena flu, bersin, mengeluarkan dahak selama bekerja; toilet yang kurang bersih dan kebiasaan lainnya; sangat potensial dapat memindahkan mikroorganisme patogen yang ada pada tubuhnya. Hal tersebut dapat berakibat terkontaminasinya alat-alat, bahan dan juga petugas laboratorium lain. Sangat dianjurkan agar pekerja selalu membersihkan tangannya sebelum bekerja, mencuci dengan air bersih dan sabun serta disediakan lap tangan atau tisue.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar